Debat - Apakah Kucing Lebih Cerdas Daripada Anjing?
- venailisa
- May 16, 2019
- 3 min read
venailisa.wixsite - Pemilik kucing dan anjing telah lama memperdebatkan mana berasal dari peliharaan mereka yang lebih pintar. Pada hewan seperti terhadap manusia, tidak tersedia standar di semua spesies atau berkembang biak dan tiap tiap hewan mampu lebih pandai atau kurang berasal dari rata-rata. Tetapi bagaimana ke dua spesies ini sesuai secara head to head?
Ukuran otak

Sudah lama dimisalkan bahwa anjing lebih pandai daripada kucing sebab mereka punyai otak yang lebih besar secara fisik. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa ukuran otak tidak tetap berkorelasi dengan kecerdasan. Pria punyai otak yang lebih besar daripada wanita, tetapi ini tidak artinya mereka secara otomatis lebih pintar. Contoh bagus lainnya adalah Alex, Burung Beo Afrika. Meskipun punyai otak kecil, ia mampu menghitung hingga 10 objek dan punyai kosakata lebih berasal dari 100 kata, yang artinya ia lebih pandai daripada anjing, kucing, dan bahkan sebagian manusia.
Otak anjing telah terbukti terus tumbuh sebab spesies mereka telah berevolusi kala otak kucing tetap sama sejak pertama kali didomestikasi lebih kurang 8.000 tahun yang lalu, menurut sebuah belajar berasal dari Oxford University. Alasan di balik ini dikatakan bahwa anjing lebih sosial dari pada kucing dan karenanya membutuhkan otak yang lebih besar untuk menangani hal ini. Anjing menghabiskan lebih banyak kala menavigasi jalinan yang kompleks dengan anjing lain dan ini membutuhkan kapasitas otak yang lebih besar untuk dikelola.
liat juga : Mainan Terbaik Untuk Kucing Anda
Kucing, sebaliknya, adalah penyendiri yang manfaatkan bhs tubuh dan tanda untuk memberi memahami kucing lain apa yang mereka peduli dan rasakan. Ini artinya mereka cenderung mengambil alih sedikit lebih lama untuk berpikir atau seperti yang dikatakan Mary Bly berasal dari Fordham University - anjing berkunjung disaat mereka dipanggil; kucing menerima pesan dan kembali kepada Anda.
Perkembangan

Anjing terhadap umumnya dipandang mempelajari siasat baru yang menaikkan kecerdasan mereka kala kucing tidur di belakang sofa atau di area tidur. Tetapi generalisasi ini tidak mencakup fakta bahwa kucing mampu mempelajari trik, tetapi cuma kudu pemiliknya bekerja dengan mereka dan menciptakan permohonan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Kucing telah belajar truk seperti duduk disaat diberi tahu, memberi cakar dan bahkan bermain piano. Yang lain telah diajarkan untuk manfaatkan toilet di rumah dan mengikis kotak kotoran kucing kala yang lain berguling untuk menggosok perut, disaat mereka tengah di dalam mood.
Pemilik kucing juga mampu mendorong kucing mereka jadi ramah dan kooperatif dan ini bukan rancangan baru. Sebuah artikel berasal dari New York Times terhadap tahun 1876 bicara berkenaan mengapa mereka yang hidup dengan kucing kudu bertanya-tanya berkenaan kurangnya upaya yang digunakan untuk mengembangkan kekuatan intelektual mereka, sebab tersedia sedikit kesangsian bahwa kucing punyai 'kecerdasan yang kuat dan halus' dan mampu bahkan menggunakannya untuk keperluan umat manusia.
Gagasan di balik ini adalah penggunaan anjing di dalam hal-hal seperti anjing api, anjing penglihatan, anjing penyelamat dan anjing pendeteksi. Tapi kucing tidak pernah terdengar digunakan di dalam peran seperti ini. Namun tersedia sebagian misal seperti penggunaan kucing untuk menggantikan merpati untuk membawa pesan terhadap akhir abad ke-19 di Belgia. 37 kucing digunakan untuk membawa pesan ke wilayah tertentu, dengan satu melakukannya di dalam 5 jam dan sisanya menyelesaikan pekerjaan di dalam kala 24 jam. Tidak secepat merpati tetapi tentu berkunjung dengan segi imut.
Kesimpulan
Mungkin persepsi kecerdasan hewan peliharaan kami berasal berasal dari kecerdasan kami sendiri. Fakta yang menarik adalah bahwa di Inggris, pemilik kucing lebih cenderung berpendidikan lebih baik dan lebih cerdas daripada pemilik anjing. Namun di AS, faktanya terbalik. Jadi bisa saja kami cuma lihat hewan peliharaan kami sebagai cerminan diri kami sendiri.



Comments